Jumat, 03 Desember 2010

Cinta Yang Berujung Persahabatan

Pagi itu,mentari mulai menampakkan keanggunannnya dengan cahaya yang masih lembut.Ujung dedaunan pun masih terhiasi oleh tetesan air embun.Risya sudah bersiap untuk berangkat sekolah di sekolah barunya.Ya,Risya baru saja menamatkan masa SD nya di tahun ini.Dan berarti ia sudah waktunya meneruskan sekolahnya ke jenjang yang lebih tinggi yaitu SMP.Dan berkah bagi Risya,ia berhasil mendapat nilai yang memuaskan.Dan ia juga diterima di salah satu sekolah favorit di daerah tempat tinggalnya.
            ”Balon udah,nama udah,topi rajut udah,hmm,semoga ga ada yang salah,”gumamnya sembari mengecek atribut mos yang harus ia gunakan.
            Ia berangkat sekolah dengan diantar oleh papanya.Sesampainya di sekolah,ia langsung mencari kelas tempatnya menjalani mos.Beruntung,teman satu SDnya satu kelas dengannya,jadi ia tidak begitu cupu di dalam kelas karena ada teman yang bisa diajaknya ngobrol.Selain itu,ada beberapa teman kenalannya yang juga sekelas dengannya.
            MOS hari pertama dilaluinya dengan lancar.Pada hari kedua,ia diharuskan meminta tanda tangan dari seluruh pengurus OSIS SMP.Lari sana,lari sini.Yah itulah yang dilakukan Risya.Pada saat ia sibuk mencari tanda tangan,ada seorang cowok menyapanya.
            “Ris,udah dapet tanda tangan berapa?”tanya Dhika.Yups,cowok tersebut bernama Dhika.Dhika merupakan teman Risya pada waktu bimbingan belajar ketika SD.
            “Eh,Dhika,ini baru dapet sedikit.Kalo misalnya malsu boleh gak ya?Hahaha,”jawab Risya dengan candaan.Risya memang tergolong anak  yang humoris.
            “Emm,,boleh juga idemu,iya sudah.Sini aku liat buku tanda tanganmu,”pinta Dhika.
            “Ini,”kata Risya sambil menyodorkan bukunya kepada Dhika.Ada kurang lebih 5 tanda tangan yang dipalsunya.Ia tidak berani banyak-banyak karena takut ketauan.Kalo ketauan kan berabe.
            Dan akhirnya penderitaan Risya berakhir.MOS telah dilaluinya,dan ia sekarang Resmi menjadi murid SMP Bina Nusantara.Di SMP ini ia berharap bisa lebih baik daripada ketika ia SD.Dan beruntung Risya mendapat 2 teman yang bisa disebut sahabat.Mereka adalah Dinda dan Artha.Dinda dan Artha merupakan anak yang pandai,dan itu juga yang membuat Risya senang berteman dengan mereka.Karena dapat memacu kemauan dan semangat belajarnya.
            Pada suatu hari,ada kegiatan renang yang diadain oleh bapak guru olah raga dan semua siswa diwajibkan datang.Nah,pada waktu itulah awal cerita cinta Risya.Pada saat renang,Dinda sahabat Risya bertemu dengan Dhika.Dan ternyata Dinda jatuh hati kepada Dhika pada pandangan pertama.
            “Eh Ris,tau gak Dinda suka tuh ama Dhika,”kata Artha memberi tahu Risya.
            ”O ya??Wiihh,,ada yang poling il lop nih,wkwkwkwk,”goda Risya.
            ”Apa sih kalian ini,”Dinda tersipu malu.
            Risya yang mengetahui Dinda menyukai Dhika langsung semangat untuk membantunya.Risya memintakan nomor handphone Dhika,karena kebetulan Risya juga kenal baik dengan Dhika.Dhika juga sering ke kelas Risya,karena ada teman dekatnya.Jadi itu juga sangat menguntungkan Dinda.Risya juga bisa menggoda mereka dengan olokan mautnya.Ya Risya memang anak yang sangat jahil.Jadi ya ga heran kalo dia heboh kalo ada temennya yang lagi kasmaran.
***
            Setelah Dinda lumayan dekat dengan Dhika,Dinda patah hati karena Dhika mengatakan pada Dinda kalau dia sudah punya pacar.Dinda menceritakan hal itu kepada Artha,Artha pun kaget karena cewek yang dimaksud Dhika adalah si Risya.Dinda pun akhirnya mengetahui bahwa dia sudah dibohongi oleh Dhika.Dinda pun sudah tidak menyimpan perasaan lagi kepada Dhika.Disisi lain dari semua cerita Dinda,Artha menarik kesimpulan bahwa sepertinya Dhika menyimpan perasaan kepada Risya.Dan sekarang giliran Risya yang menjadi sasaran untuk digoda oleh kedua sahabatnya itu.
            Karena seringnya diolokkan oleh teman-temannya,Risya pun mulai dekat dengan Dhika dan lambat laun Risya mulai ada rasa kepada Dhika.Ketika Risya dan Dhika sudah sangat dekat Dhika mengatakan hal yang tidak Risya duga.Dhika mengungkapkan bahwa ia menyukai Risya.walaupun Risya juga suka kepada Dhika tetapi Risya tidak bisa menerimanya karena Risya tidak boleh berpacaran oleh orang tuanya.
            Mereka pun menjalani hubungan tanpa status.Setelah mereka berhubungan cukup lama,tiba-tiba Risya mendengar kabar bahwa Dhika berpacaran dengan Chacha.karena Dhika sudah punya pacar Risya pun memutuskan untuk tidak berhubungan dengan Dhika lagi.
***
            Hanya beberapa bulan Dhika dan Chacha berpacaran.Setelah Dhika putus dengan Chacha,Dhika mendekati Risya lagi.Hubungan mereka pun terjalin kembali.Karena mereka sama-sama menjomblo merekapun jadi semakin dekat.Setelah mereka berhubungan cukup lama hal yang dulu terjadi,kini terulang kembali,rasanya seperti dejavu.Pagi itu Risya diberi tahu Artha bahwa Dhika berpacaran dengan Sandra.Sandra adalah teman SD Dhika dan Artha.
            “Eh Ris,kemaren aku tau Dhika apel ke Rumah Sandra loh,”kata Artha pagi itu
            ”Oh  ya??”Risya langsung tertunduk lesu.
            ”Iya,uda sering banget dia maen ke rumah Sandra,”jawab Artha menegaskan.
Risya merasa jatuh untuk yang ke dua kalinya.Ya,Dhika memang cinta pertama Risya,dan Dhika pula lah yang membuat Risya patah hati untuk yang pertama kalinya.
            Disaat Risya merasakan patah hati,tiba-tiba datanglah penyemangat itu.Ia adalah Radit.Karena kedatangan Radit,Risya mempunyai semangat belajar lagi.Nilai ulangannya pun berhasil meningkat.Meskipun Risya tidak begitu dekat dengan Radit,tapi Radit sangat berharga baginya.Pernah suatu hari Radit tidak masuk sekolah untuk waktu yang lama,Risya pun bertanya pada teman Radit kenapa Radit kok ga pernah masuk sekolah.Dan teman Radit itu menjawab,”mungkin dia pindah mbak”.Dan saat itu tubuh Risya langsung terasa lemas.Tetapi ternyata itu tidak benar.Risya pun kembali semangat.Setiap ia pergi ke kantin dengan teman-temannya,pasti ia menoleh ke jendela kelas yang ada di lorong.Karena disitu ia bisa melihat wajah Radit yang sangat manis menurutnya.Yaah,tapi memang Radit cuma bisa dijadikannya penyemangat,ga lebih.Karena Radit yang disukainya  itu sudah punya pacar.Memang nasib Risya kurang beruntung.Lagian jarak usia antara dirinya dan Raditpun lumayan jauh,yaitu 2 tahun lebih tua Risya.
            Ga berapa lama,Dhika putus lagi dengan pacarnya dan mendekati Risya.Risya seperti dijadikan tempat berteduh oleh Dhika.Tapi bodohnya Risya,ia meladeni Dhika kembali.Padahal Dhika lah yang selalu membuatnya sedih.Cinta memang buta,tak bisa melihat apapun di depannya.Seperti yang dialami Risya.
            Hal yang buruk kembali mendatangi Risya.Waktu itu ia sedang bepergian dengan keluarganya.Ia sms-an dengan Dhika seperti biasanya.Ketika mereka smsan Risya biasa-biasa saja.Tapi ada satu sms Dhika yang tidak ia baca sampai selesai.Setelah selesai smsan,Risya kembali membaca sms yang didapatnya dari Dhika.Karena itu sudah merupakan kebiasaan Risya,”membaca kembali inboxnya”.Dan ketika ia membaca semuanya sampai habis,ia tak kuasa menahan air matanya yang telah memenuhi kantung matanya.Butiran bening itu jatuh juga,ternyata disela-sela pesan dari Dhika,Dhika berkata kalau ia punya pacar lagi yang bernama Vena.Dan yang membuat ia merasa sangat sakit hati,Vena merupakan teman satu kelasnya yang akhir-akhir ini sangat dekat dengannya.Dan hal itu sempat membuat Vena merasa tidak enak ke Risya.Tapi Risyanya biasa aja,karena ia tahu itu bukan kesalahan Vena.Dan Risya berusaha menutupi kesedihannya di depan Vena.
            Suatu malam,Vena sms Risya.
            “Ris,kaya’nya Dhika itu masih suka kamu deh”.
            “Lho,ya gak mungkinlah.Dia kan uda jadi pacarmu”.
            “Tapi aku ngerasa dia masih suka kamu”.
            “Udalah,jalanin aja.Gausah mikirin aku,mungkin itu Cuma perasaanmu aja,”ucap Risya.
            Keesokan harinya Risya mendengar kabar bahwa Dhika putus dengan Vena.Risya sangat kasihan kepada Vena.Ia meminta penjelasan kepada Dhika kenapa Dhika memutus Vena.
            “Heh,,kok putus??”,tulis Risya lewat sms.
            ”Ia,aku udah ga tahan,terlalu dikekang,”jawab Dhika.
            ”Ga kasian tuh Vena,jahat banget sih kamu”.
            ”Udalah,cinta kita bersemi kembali,yeaahhh”.
            ”Gila lo, >,<”.
            Tapi memang hati tak bisa berbohong,Risya masih sangat menyayangi Dhika.Ia juga masih berharap Dhika selalu ada disampingnya.Dan benar,hubungan mereka berdua semakin dekat.
***
            Tak terasa,masa SMP mereka akan segera berakhir.Dan itu berarti Risya harus berjauhan dengan Dhika.Karena Dhika akan sekolah di luar kota.Pada saat perpisahan,Dhika meminta ketemuan dengan Risya karena itu mungkin waktu untuk yang terakhir kalinya mereka bisa bertemu.Tetapi Risya tidak bisa menuruti permintaan Dhika tersebut.Dan pertemuan mereka pun gagal terlaksana.Dhika sempat kecewa,namun apa boleh buat,semua sudah lewat.Dan mereka hanya bisa berhubungan lewat handphone.
            Setiap malam,Risya memandang langit yang bertabur bintang sembari mendengar lagu-lagu nostalgia.Dan salah satu lagu itu adalah lagu Stinky yang berjudul mungkinkah.
            ”mungkinkah kita kan slalu bersama walau terbentang jarak antara kita”
            Setiap kali mendengar lagu ini,butir air mata Risya selalu menetes.Entah apa yang ia rasakan.Ia mencoba menjaga hati hanya untuk Dhika.
            Setelah berbulan-bulan mereka berjauhan,ada kabar buruk yang diterima Risya.Semua itu berawal dari facebook.Dhika meminta tolong kepada Risya untuk membukakan facebooknya,jadi Risya diberi tahu password facebook Dhika.Dan pada saat itu Risya iseng untuk membuka pesan yang ada di facebook Dhika tersebut.Pada salah satu pesan yang diterima Dhika,ada curhatan Dhika kepada temannya inti dari pesan tersebut Dhika suka dengan teman di sekolahnya.Risya merasa dihianati lagi.Dan ini merupakan puncak kekesalan Risya.Risya mencoba menghindar dan menjauh dari Dhika.Setiap sms yang Dhika kirim kepadanya tidak pernah ia membalasnya.Pada waktu online pun Risya tak pernah membalas chat yang dikirimkan Dhika.Dhika mencoba menginterograsinya,tetapi tak pernah dianggap oleh Risya.Dan hubungan mereka pun mulai merenggang dan akhirnya lost contact.
***
            Setelah berbulan-bulan mereka tidak berhubungan,tiba-tiba Risya menerima pesan dari Dhika.
            ”Ris,gimana kabarnya?”
            Dan Risya membalas pesan itu dengan kata yang singkat.
            “Baik.”
            “Ris,aku pengen ketemu sama kamu.Pliss,kali ini aja tolong kabulin permintaanku.Aku minta maaf kalo aku udah punya banyak salah ke kamu.”
            “Emang mau ngapain?”jawab Risya ketus.
            ”Aku mau pamit,besok aku mau berangkat ke Bandung buat nyelesain sekolahku.Soalnya prakteknya harus di Bandung.”
            ”Ouw”.
            ”Ya kalo kamu mau makasih kalo enggak gapapa kok.”
            Risya tidak membalas pesan itu.Tapi ia terus berfikir,”mau ga’ ya,hmm”.Keesokan harinya Risya bangun kesiangan,karena kebetulan hari itu adalah hari Minggu.Dan ia langsung ingat pada Dhika.Bergegas ia ganti baju dan langsung berangkat ke stasiun untuk menemui Dhika.Sesampainya di stasiun ia langsung mencari Dhika,karena jadwal keberangkatan kereta kurang sebentar lagi.Akhirnya ia menemukan Dhika,dan ia berbincang dengan Dhika.
”Akhirnya kamu datang juga Ris,aku kangen banget ma kamu,”ucap Dhika ketika Risya ada dihadapannya.
”Yayaya,ternyata kamu masih inget aku ya,”jawab Risya.
”Ya ingetlah,aku Cuma mau minta maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahanku selama ini.Aku pengen jadi sahabatmu,trima aku jadi sahabatmu ya,”pinta Dhika kepada Risya.
Dan sebelum Risya menjawab,Dhika harus segera pergi karena kereta yang akan ditumpanginya sudah datang.
”Aku mau jadi sahabatmu Dhikaaaaaa,,,,,,,,,”teriak Risya mengabulkan permintaan Dhika tersebut.
”Makasih,sekali lagi makasih.Aku sayang kamu sahabat”,jawab Dhika sembari meniti tangga masuk ke kereta.
”Aku juga sayang kamuuuu,,,,”balas Risya bersamaan dengan keberangkatan kereta Dhika.
Dan Risya berharap cerita cinta yang menyakitkan itu bisa dihapus oleh kisah persahabatan yang abadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar